Jumat, 07 Desember 2012

Kisah cinta si soleh

Kisah hamba yang soleh dan soleha pada masa silam. Di negeri yahudi terdapat wanita soleha yang sangat menjaga kesucian diri, dia pemalu sehingga ia jarang sekali keluar dari rumah. dia dilamar oleh banyak orang di negerinya tetapi lamaran itu ditolak semua kerena tidak sesuai dengan keinginannya. Tentu sebagai wanita soleha akan menginginkan penadamping hidup yang soleh. Wanita soleha ini tidak hanya masyhur (terkenal) di negeri itu tetapi sampai pada negeri seberang. Di negeri seberang juga terdapat laki-laki yang kesolehannya diceritakan banyak orang. Bahakan konon cerita itu sampai pada negeri si wanita soleha. Sehingga si wanita soleha ingin rasanya menjalani hidup bersama dengan laki-laki soleh yang ada di negeri seberang. Keinginan tidak akan pernah tercapai tampa ada usaha itu hukum alam. Sehingga si wanita soleha itu menulis surat dengan maksud ingin bertemu, kemudian surat itu dikirim kepada si soleh, pada kesempatan itu si soleh juga mempertimbangan tawaran si perempuan soleha. Akhirnya ia memutuskan untuk memenuhi permintaan si wanita soleha, sehingga ia harus pergi ke negeri seberang. Pada surat balasan dari si soleh itu sudah menentukan wantu dan tempat bertemu. Pertemuan si soleh dan si soleha pun terjalin, ini percapakan keduanya :

Soleha : Sungguh beruntung diriku bisa bertemu dengan mu. Kamu sangat soleh sehingga aku mengdengar ceritamu yang sangat mengangumkan dari orang yang datang dari negerimu. Wajahmu sangat menawan, ingin sekali aku hidup denganmu.

Dengan nada kesolehannya ia menjawab apa yang disampai oleh si soleha

Soleh : Maha suci Allah yang telah membguskan muka ini. sesungguh wajah ini akan menjijikan jika ajal telah menjemputnya sehingga ia dimakan oleh belatung dan semua orang pasti jijik dengan wajah yang dahulu didambakan.

Si soleha hasaratnya semakin tinggi untuk hidup bersama si soleh, ia tidak lagi memperhatikan bahasa kesolehan yang disampaikan oleh si soleh, dia melihat tangan si soleh.

Soleha : Sungguh Allah telah menciptakan tanganmu dengan keindahan ciptaan, ingin sekali saya memengang tanganmu ?

Si soleh tetap menunjukkan kesolehannya.

Soleh : Tangan ini bisa membuat manusia masuk dalam surgan dan bisa pula tangan ini membuat orangnya masuk kedalam neraka.

Si soleha bertambah keinginannya untuk memiliki si soleh. Dengan ia memandang si soleh lalu bekata.

Soleha : Ragamu sangat kusuka, ingin sekali aku merebahkan diriku dipangkuanmu.

Si soleh tetap dalam pendiriannya. Maaf ceritanya tidak dilanjutkan kerena berakibat fatal.

Hikmah :

1. Hindarilah pertemuan antara laki laki dan perempuan yang belum halal kerena itu sangat disukai oleh syaitan dan dialarang oleh Allah.

2. Sesoleh apapun tetaplah manusia, salah dan dosa sebagai bagian dari kehidupannya maka hindarilah perbuat yang dilarang dalam syaria

3. Wanita soleha selalu menjaga adabnya jangan membangkitkan hawa nafsuh sudaranya. Sebab hawa nafsuh akan membawa ke dalam dosa dan dosa membawa manusia ke neraka.

Rabu, 05 Desember 2012

Generasi gemilang

Persia, Romawi dan Mesir diantar impirium besar yang mengelilingi Makkah, seharusnya masyarakat makkah terpegaruh dengan perkembangan budaya, keilmuan dan pemikiran pada saat itu, tetapi keunikan bangsa arab di makkah tidak terpengaruh dengan impirium ini. Walaupun hungan sosial terus terjalin terutama dalam perdagangan, masyarakat makkah itu melakukan impor dan ekspor barang antar  negara. Makkah pada kala itu masih memengang tradisi nenek moyang, baik dalam tatanan sosial, budaya dan agama sehingga mereka sangat benci jika prilaku nenek moyang ada yang dirubah. Masyarakat makkah terdiri dari beberapa bani. Ada bani hasyim, bani abdi manaf dan bani-bani lain. Dari bani hasyim ini lahirlah tokoh dunia yaitu Muhammad SAW dengan keinginan yang sangat besar untuk merubah tatanan arab yang dalam pemikiran beliu kurang baik. Contoh kecil martabat seorang wanita sangan hina, sehingga kalau ada dari salah satu keluarga melahirkan anak perempuan. Maka wajah orang tua anak perempuan itu akan muram, marah dan merasa hina dina. Umur 35 tahun nabi Muhammad SAW sudah mulai memikirkan bagaimana cara merubah tatanan masyarakat yang jahil ini sehingga berprikemanusia. Umur 40 tahun baru Rasulullah mendapat wahyu kenabian, sehingga ini menjadi awal mula nabi Muhammad SAW mendapat solusi tepat untuk merubah keadaan jahiyah bangsa arab. Pada masa Rasulullah lahirlah pemimpin dunia dengan karekteristik berbeda tetapi tetap dalam  bingkai islam. Mislanya, sayyidina Abu bakar, sayyidina Umar, sayyidina Usman, sayyidina Ali yang menjadi kholifah setelah Rasulullah. Pada masa ini muncul pula penulis negara yaitu Haris bin harisah. Muncul panglima perang yaitu Kholid bin walid. Generasi emas ini hanya terjadi pada masa Rasulullah dengan sebutan zaman terbaik. Nah sekarang, bagaimana cara membangun generasi emas itu sehingga bisa mewarnai dunia dengan moral yang mulia. Tentu, harus mengkaji bagaimana Rasulullah pada zaman itu membina para sahabat. Ini mengkin yang perlu kita lakukan sekarang sehingga tercipta generasi harapan :
1.  liqo’ (belajar bareng dengan rutin)
Liqo’ tidak hanya transper ilmu pengetahun, tetapi bangaimana cara membangun ukhuah (persaudara) seperti Rasulullah mempersaudara muhajirin dan ansor. Dalam liqo’ dapat berbagi masalah dengan harapan ada sebuah solusi. Kerena dalam liqo’ terdiri dari beberapa orang Tentu pemikiran orang banyak lebih baik dari berfikir seseorang saja. Liqo’ ini diatara sarana orang dapat melatih komunikasi dengan baik sehingga ketika sudah terjun kemasyarakat sudah mempunyai sekil dalam menyampaikan risalah ini.
2. Amal harian
Amal yaumi sebenarnya bagian dari liqo’ kerena ini diaggap penting sehingga perlu dibedakan dari yang pertama. Mari melihat pada para sahabat yang menjadi generasi peradaban emas. Mereka tidak sekali kali meninggal solat jamaah, tidak jauh dari Al Quran (minimal membaca) amal ini bukan berarti dibiarkan begitu saja, sehingga bagi yang mau mengerjakan, ya dikerjakan. Untuk baiknya liqo’ ada evaluasi amal yaumi. Semoga bermanfaat. amin

Selasa, 05 Juni 2012

Memilih pendidikan untuk anak anak

Meskipun dunia pendidikan bukan merupakan lahan bisnis sebagaimana bidang lainnya, namun di masa seperti sekarang ini, cukup banyak pihak pihak yang menawarkan pendidikan dengan segala keunggulannya. Di jalan jalan strategis, kita dapat menyaksikan berbagai spanduk yang menjanjikan sebuah pendidikan  untuk masa depan anak anak kita, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang unggul.  Namun demikian karena semua lembaga pendidikan menawarkan hal yang kurang lebih sama, maka ada baiknya kalau kita bisa memilih pendidikan anak anak kita dengan selektif, sehingga tidak menyesal dikemudian hari.
Seringkali kita juga menjumpai  tawaran, baik melalui spnduk, liflet, radio, dan lainnya  yang seolah lembaga pendidikan tertentu  telah menyediakan berbagai  kelengkapan peralatan yang dibutuhkan untuk  menunjang  pendidikan di laboratorium dan sekolah secara umum.  Tetapi  pada kenyataannya lembaga tersebut belum mempunyai dan baru akan membeli.  Itupun kemudian dimintakan iuran kepada wali murid, sehingga banyak orang yang merasa  tertipu dengan iming iming tersebut.  Twtapi akhirnya mereka  memberi juga meskipun dengan dongkol, alias tidak ikhlas.
Sesungguhnya kita sangat menyayangkan  hal seperti itu, karena dunia pendidikan  seharusnya menyajikan sesuai yang jujur, apa adanya dan bisa dipertanggung jawabkan.  Kalau di awal saja sudah berani berbohong, terus bagaimana anak anak yang dididik di dalamnya akan bisa  berlaku dan bersikap jujur dalam perjalanan hidupnya?.  Kita sangat prihatin dengan kenyataan seperti itu dan terus menghimbau agar seluruh lembaga pendidikan yang ada bisa bersikap fair dan tidak membohongi masyarakat dengan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Toh pada akhirnya  masyarakat akan bisa menilai lembaga pendidikan seperti itu dan menyebarkannya melalui mulut ke mulut tentang kondisi lembaga pndidikan tersebut.  Nah, biasanya lembaga pendidikan yang suka  berbohong,  akan diinggalkan oleh masyarakat, dan kelau sudah demikian, maka yang akan menanggung kerugian ya lembaga pendidikan  itu sendiri.
Mengelola pendidikan memang tidak mudah, dan harus memerlukan  banyakperhatian serta dana yang cukup besar.  Kalau kita menyadari benar tentang arti pendidikan tentu kita tidak akan pernah membiarkan lembaga pendidikan  sedemikian rupa sehingga para murid dan anak didik menjadi sangat liar, tidak mempunyai akhlak serta tidak taat dalam menjalankan kewajiban. Sekolah adalah tempat mendidik  para peserta didik untuk menjadi manusia ideal sesuai dengan yang kita inginkan bersama, yakni manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berbagai sifat baik lainnya.
Menanamkan sikap jujur, rajin dalam belajar, menghormati orang lain dan akhlak mulia lainnya merupakan keharusan bagi kita dan para pengelola serta guru dalam sebuah lembaga pendidikan. Amanah undang undang dasar agar kita mencerdaskan kehidupan bangsa dan amanat undang undang system pendidikan nasional kita agar kita dapat menjadikan eserta didik sebagai orang yang cerdas, dan berperilaku baik, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil serta  dapat mengamalkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat dan bangsanya, harus terus kita  upayakan perwujudannya.
Karena itu  dalammhubungannya dengan masayraakat yang akan menyekolahkan anak anaknya, kiranya perlu diberikan informasi yang memungkinkan mereka dapat memilih lembaga pendidikan yang akan dapat mengantarkan anak anaknya menjadi manusia yang berilmu, berbudi luhur, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsanya.
Banyak lembaga pendidikan yang cukup baik dan menawarkan pengelolaan pendidikan  dengan cukup baik pula, hanya saja kecenderungan masing masing lembaga pendidikan tersebut memang berbeda.  Ada sebagian yang menekankan kepada penguasaan bahasa asing, seperti bahasa inggris bagi para peserta didiknya, ada sebagian daiantaranya yang lebih menitik beratkan kepada  pembentukan sikap mental dan karakter peserta didik, dan ada pula yang lebih menekankan pada aspek kepatuhan dalam menjalankan perintah Tuhan.  Walaupun  mengenai kualitas penguasaan ilmu pengetahuan, tentu  tetap diupayakan.
Nah, bagi orang tua tentu akan bisa mempertimbangkan lembaga pendidikan mana yang ingin dipilih, sesuai dengan keinginannya  untuk mengantarkan anak anaknya menjadi orang yang berguna.  Memang pendidikan karakter pada saat ini sangat diprioritaskan, mengingat kondisi bangsa saat ini yang sudah sedemikian rupa  keluar dari kebiasaan dan watak orang Indonesia. Sifat beringas , mudah tersingung dan sangat mudah untuk melakukan kekerasan, adalah salah satu yang menandai masyarakat kita saat ini.
Orang tua tentu akan berpikir seribu kali sebelum menentukan di pendidikan mana anak anak mereka akan dititipkan. Mereka akan merasa negeri ketika menyaksikan anak anakn sekolah  pada tawuran di jalanan dan mengganggu engguna jalan, bahkan  terkafang malahan merusak berbagai fasilitas umum atau merugikan para pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bagaimana mungkin anak anak sekolah masih dengan seragam lengkapnya bisa melakukan hal seperti itu.  Pertanyataannya, apakah di sekolah sama sekali tidak diajarkan bagaimana  menghargai orang lain dan akhlak secara umum?
Mungkin jawabannya  ada, akan tetapi karena pergaulan yang sedemikian bebasnya, terutama di luar sekolah, maka pengaruh buruk tersebut akan  terbawa  pada saat mereka  sudah keluar dari pint gerbang sekolah.  Cuma kalau memang pendidikan krakter tersebut berjalan dengan baik, dan para peserta didik telah terbiasa dengan perbuatan baik, ucapan baik, perilaku baik, dan lainnya, maka ketika mereka menyaksikan keburukan di luar lngkungannya, tentu  tidak serta merta mereka akan bisa berbuat senekat itu dan merugikan banyak pihak.
Kita sangat yakin bahwa masyarakat akan bisa menilai sendiri mana lembaga pendidikan yang baik dan menjanjikan bisa mendidik anakn anak dengan baik pula sehingga mereka  akan benar benar menjadi manusia yang diinginkan, dan mana lembaga pendidikan yang hanya mengobral janji , tet[I peda kenyataannya penuh dengan tipuan belaka.  Kita hanya bisa menghimbau agar lembaga lebaga pendidikan yang masih berbuat tidak jujur dengan memberikan informasi yang tidak benr,  agar segera   insyaf dan menyadarinya, dan masih  ada waktu untuk memperbaikinya. Harapannya tentu masyarakat akan bisa mempercayai dan kemudian memberika kepercayaan kepada lembaga pendidikan tersebut.
Memang saat ini kita sedikit delemi, karena ternyata pendidikan yang baik tersebut  biayanya cukup mahal.  Memang tidak salah, karena dalam ungkapan jawa sering dikatakan bahwa "ono rego ono rupo", yang maksudnya  kondisi  apapun termasuk pendidkan tentu akan sangat dipenaruhi oleh harga atau ongkos. Sangat rasional memang, karena bagaimana mungkin akan bisa membuat peningkatan kualitas pendidkan, kalau gurunya  hanya samblan, karena tidak bisa menggaji guru dengan baik.  Bagimana anak anak bisa pandai kalau sarana  pendukung, seperti laboratorium saja  tidak ada  atau ada tetapi peralatannya sangat terbatas, dan begitu seterusnya.
Karena itu masyarakat barangkali berpikir pragmatis, yang terpenting anaknya bisa bersekolah meskipun di lembaga pendidikan yang kurang bonafide.  Celakanya lembaga pendidikan yang kurang bonafide tersebut  tidak ada upaya memperbaiki dan tidak ada keinginan untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya.  Jadilah lembaga pendidikan yang asal asalan dan tidak bisa menjanjikan terbentuknya manusia yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia.
Kita seungguhnya sangat mengharapkan adanya perhatian pemerintah dalam  mensupport berbagai kebutuhan lembaga pendidikan yang ada, sehinga mereka akan bisa  memberikan layanan yang standar.   Tentu harus ada ketegasan, semisal kalau tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka lembaga pendidian tersebut harus dilikuidasi ataupun dimerger dengan lembaga sejenis leinnya.  Barangkali hanya dengan cara seperi itu kesenjangan pendidikan di negeri kita  ini akan bisa teratasi.
Selama kondisi pendidikan  di negera kita masih terus dibiarkan seperti saat ini, kita sangat pesimistis bahwa  mereka yang kurang mampu dalam hal  finansial, akan bisa mendidik anak anaknya menjadi baik dan cerdas.  Bea siswa yang saat ini ditawarkan, hanya  terbatas bagi mereka yang berprestasi saja, padahal untuk berprestasi, seseorang harus mendapatkan kesempatan yang lebih luas.  Karena itu terkadang kita juga berpikir ulang bagaimana kalau beasiswa tersebut tidak hanya diberikan kepada mereka yang berprestasi dan miskin, tetapi juga untuk mereka yang miskin dan ingin  berprestasi.
Pada akhirnya kita hanya bisa berharap bahwa masyarakat nantinya bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak anaknya, yakni dengan memilihkan pendidikan untuk mereka.  Dan kalaupun tidak bisa memilih yang terbaik, disebabkan  tidak ada kemampuan finansial, maka  setidaknya juga bisa memilihkan  yang terbaik diantara yang jelek.  Semoga Tuhan akan senantiasa membantu mereka yang berusaha  untuk menjadi lebih baik dan berkeinginan untuk menjadikan anak anak mereka  sebagai manusia baik.