Rabu, 05 Desember 2012

Generasi gemilang

Persia, Romawi dan Mesir diantar impirium besar yang mengelilingi Makkah, seharusnya masyarakat makkah terpegaruh dengan perkembangan budaya, keilmuan dan pemikiran pada saat itu, tetapi keunikan bangsa arab di makkah tidak terpengaruh dengan impirium ini. Walaupun hungan sosial terus terjalin terutama dalam perdagangan, masyarakat makkah itu melakukan impor dan ekspor barang antar  negara. Makkah pada kala itu masih memengang tradisi nenek moyang, baik dalam tatanan sosial, budaya dan agama sehingga mereka sangat benci jika prilaku nenek moyang ada yang dirubah. Masyarakat makkah terdiri dari beberapa bani. Ada bani hasyim, bani abdi manaf dan bani-bani lain. Dari bani hasyim ini lahirlah tokoh dunia yaitu Muhammad SAW dengan keinginan yang sangat besar untuk merubah tatanan arab yang dalam pemikiran beliu kurang baik. Contoh kecil martabat seorang wanita sangan hina, sehingga kalau ada dari salah satu keluarga melahirkan anak perempuan. Maka wajah orang tua anak perempuan itu akan muram, marah dan merasa hina dina. Umur 35 tahun nabi Muhammad SAW sudah mulai memikirkan bagaimana cara merubah tatanan masyarakat yang jahil ini sehingga berprikemanusia. Umur 40 tahun baru Rasulullah mendapat wahyu kenabian, sehingga ini menjadi awal mula nabi Muhammad SAW mendapat solusi tepat untuk merubah keadaan jahiyah bangsa arab. Pada masa Rasulullah lahirlah pemimpin dunia dengan karekteristik berbeda tetapi tetap dalam  bingkai islam. Mislanya, sayyidina Abu bakar, sayyidina Umar, sayyidina Usman, sayyidina Ali yang menjadi kholifah setelah Rasulullah. Pada masa ini muncul pula penulis negara yaitu Haris bin harisah. Muncul panglima perang yaitu Kholid bin walid. Generasi emas ini hanya terjadi pada masa Rasulullah dengan sebutan zaman terbaik. Nah sekarang, bagaimana cara membangun generasi emas itu sehingga bisa mewarnai dunia dengan moral yang mulia. Tentu, harus mengkaji bagaimana Rasulullah pada zaman itu membina para sahabat. Ini mengkin yang perlu kita lakukan sekarang sehingga tercipta generasi harapan :
1.  liqo’ (belajar bareng dengan rutin)
Liqo’ tidak hanya transper ilmu pengetahun, tetapi bangaimana cara membangun ukhuah (persaudara) seperti Rasulullah mempersaudara muhajirin dan ansor. Dalam liqo’ dapat berbagi masalah dengan harapan ada sebuah solusi. Kerena dalam liqo’ terdiri dari beberapa orang Tentu pemikiran orang banyak lebih baik dari berfikir seseorang saja. Liqo’ ini diatara sarana orang dapat melatih komunikasi dengan baik sehingga ketika sudah terjun kemasyarakat sudah mempunyai sekil dalam menyampaikan risalah ini.
2. Amal harian
Amal yaumi sebenarnya bagian dari liqo’ kerena ini diaggap penting sehingga perlu dibedakan dari yang pertama. Mari melihat pada para sahabat yang menjadi generasi peradaban emas. Mereka tidak sekali kali meninggal solat jamaah, tidak jauh dari Al Quran (minimal membaca) amal ini bukan berarti dibiarkan begitu saja, sehingga bagi yang mau mengerjakan, ya dikerjakan. Untuk baiknya liqo’ ada evaluasi amal yaumi. Semoga bermanfaat. amin

0 komentar:

Posting Komentar