Persia,
Romawi dan Mesir diantar impirium besar yang mengelilingi Makkah, seharusnya
masyarakat makkah terpegaruh dengan perkembangan budaya, keilmuan dan pemikiran
pada saat itu, tetapi keunikan bangsa arab di makkah tidak terpengaruh dengan
impirium ini. Walaupun hungan sosial terus terjalin terutama dalam perdagangan,
masyarakat makkah itu melakukan impor dan ekspor barang antar negara. Makkah pada kala itu masih memengang
tradisi nenek moyang, baik dalam tatanan sosial, budaya dan agama sehingga
mereka sangat benci jika prilaku nenek moyang ada yang dirubah. Masyarakat makkah
terdiri dari beberapa bani. Ada bani hasyim, bani abdi manaf dan bani-bani
lain. Dari bani hasyim ini lahirlah tokoh dunia yaitu Muhammad SAW dengan
keinginan yang sangat besar untuk merubah tatanan arab yang dalam pemikiran
beliu kurang baik. Contoh kecil martabat seorang wanita sangan hina, sehingga
kalau ada dari salah satu keluarga melahirkan anak perempuan. Maka wajah orang
tua anak perempuan itu akan muram, marah dan merasa hina dina. Umur 35 tahun
nabi Muhammad SAW sudah mulai memikirkan bagaimana cara merubah tatanan
masyarakat yang jahil ini sehingga berprikemanusia. Umur 40 tahun baru Rasulullah
mendapat wahyu kenabian, sehingga ini menjadi awal mula nabi Muhammad SAW
mendapat solusi tepat untuk merubah keadaan jahiyah bangsa arab. Pada masa Rasulullah
lahirlah pemimpin dunia dengan karekteristik berbeda tetapi tetap dalam bingkai islam. Mislanya, sayyidina Abu bakar,
sayyidina Umar, sayyidina Usman, sayyidina Ali yang menjadi kholifah setelah Rasulullah.
Pada masa ini muncul pula penulis negara yaitu Haris bin harisah. Muncul panglima
perang yaitu Kholid bin walid. Generasi emas ini hanya terjadi pada masa Rasulullah
dengan sebutan zaman terbaik. Nah sekarang, bagaimana cara membangun generasi
emas itu sehingga bisa mewarnai dunia dengan moral yang mulia. Tentu, harus
mengkaji bagaimana Rasulullah pada zaman itu membina para sahabat. Ini mengkin
yang perlu kita lakukan sekarang sehingga tercipta generasi harapan :
1. liqo’ (belajar bareng dengan rutin)
Liqo’ tidak
hanya transper ilmu pengetahun, tetapi bangaimana cara membangun ukhuah (persaudara)
seperti Rasulullah mempersaudara muhajirin dan ansor. Dalam liqo’ dapat berbagi
masalah dengan harapan ada sebuah solusi. Kerena dalam liqo’ terdiri dari
beberapa orang Tentu pemikiran orang banyak lebih baik dari berfikir seseorang
saja. Liqo’ ini diatara sarana orang dapat melatih komunikasi dengan baik
sehingga ketika sudah terjun kemasyarakat sudah mempunyai sekil dalam
menyampaikan risalah ini.
2. Amal
harian
Amal yaumi
sebenarnya bagian dari liqo’ kerena ini diaggap penting sehingga perlu
dibedakan dari yang pertama. Mari melihat pada para sahabat yang menjadi
generasi peradaban emas. Mereka tidak sekali kali meninggal solat jamaah, tidak
jauh dari Al Quran (minimal membaca) amal ini bukan berarti dibiarkan begitu
saja, sehingga bagi yang mau mengerjakan, ya dikerjakan. Untuk baiknya liqo’
ada evaluasi amal yaumi. Semoga bermanfaat. amin


0 komentar:
Posting Komentar