Selasa, 05 Juni 2012

Memilih pendidikan untuk anak anak

Meskipun dunia pendidikan bukan merupakan lahan bisnis sebagaimana bidang lainnya, namun di masa seperti sekarang ini, cukup banyak pihak pihak yang menawarkan pendidikan dengan segala keunggulannya. Di jalan jalan strategis, kita dapat menyaksikan berbagai spanduk yang menjanjikan sebuah pendidikan  untuk masa depan anak anak kita, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang unggul.  Namun demikian karena semua lembaga pendidikan menawarkan hal yang kurang lebih sama, maka ada baiknya kalau kita bisa memilih pendidikan anak anak kita dengan selektif, sehingga tidak menyesal dikemudian hari.
Seringkali kita juga menjumpai  tawaran, baik melalui spnduk, liflet, radio, dan lainnya  yang seolah lembaga pendidikan tertentu  telah menyediakan berbagai  kelengkapan peralatan yang dibutuhkan untuk  menunjang  pendidikan di laboratorium dan sekolah secara umum.  Tetapi  pada kenyataannya lembaga tersebut belum mempunyai dan baru akan membeli.  Itupun kemudian dimintakan iuran kepada wali murid, sehingga banyak orang yang merasa  tertipu dengan iming iming tersebut.  Twtapi akhirnya mereka  memberi juga meskipun dengan dongkol, alias tidak ikhlas.
Sesungguhnya kita sangat menyayangkan  hal seperti itu, karena dunia pendidikan  seharusnya menyajikan sesuai yang jujur, apa adanya dan bisa dipertanggung jawabkan.  Kalau di awal saja sudah berani berbohong, terus bagaimana anak anak yang dididik di dalamnya akan bisa  berlaku dan bersikap jujur dalam perjalanan hidupnya?.  Kita sangat prihatin dengan kenyataan seperti itu dan terus menghimbau agar seluruh lembaga pendidikan yang ada bisa bersikap fair dan tidak membohongi masyarakat dengan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Toh pada akhirnya  masyarakat akan bisa menilai lembaga pendidikan seperti itu dan menyebarkannya melalui mulut ke mulut tentang kondisi lembaga pndidikan tersebut.  Nah, biasanya lembaga pendidikan yang suka  berbohong,  akan diinggalkan oleh masyarakat, dan kelau sudah demikian, maka yang akan menanggung kerugian ya lembaga pendidikan  itu sendiri.
Mengelola pendidikan memang tidak mudah, dan harus memerlukan  banyakperhatian serta dana yang cukup besar.  Kalau kita menyadari benar tentang arti pendidikan tentu kita tidak akan pernah membiarkan lembaga pendidikan  sedemikian rupa sehingga para murid dan anak didik menjadi sangat liar, tidak mempunyai akhlak serta tidak taat dalam menjalankan kewajiban. Sekolah adalah tempat mendidik  para peserta didik untuk menjadi manusia ideal sesuai dengan yang kita inginkan bersama, yakni manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berbagai sifat baik lainnya.
Menanamkan sikap jujur, rajin dalam belajar, menghormati orang lain dan akhlak mulia lainnya merupakan keharusan bagi kita dan para pengelola serta guru dalam sebuah lembaga pendidikan. Amanah undang undang dasar agar kita mencerdaskan kehidupan bangsa dan amanat undang undang system pendidikan nasional kita agar kita dapat menjadikan eserta didik sebagai orang yang cerdas, dan berperilaku baik, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil serta  dapat mengamalkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat dan bangsanya, harus terus kita  upayakan perwujudannya.
Karena itu  dalammhubungannya dengan masayraakat yang akan menyekolahkan anak anaknya, kiranya perlu diberikan informasi yang memungkinkan mereka dapat memilih lembaga pendidikan yang akan dapat mengantarkan anak anaknya menjadi manusia yang berilmu, berbudi luhur, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsanya.
Banyak lembaga pendidikan yang cukup baik dan menawarkan pengelolaan pendidikan  dengan cukup baik pula, hanya saja kecenderungan masing masing lembaga pendidikan tersebut memang berbeda.  Ada sebagian yang menekankan kepada penguasaan bahasa asing, seperti bahasa inggris bagi para peserta didiknya, ada sebagian daiantaranya yang lebih menitik beratkan kepada  pembentukan sikap mental dan karakter peserta didik, dan ada pula yang lebih menekankan pada aspek kepatuhan dalam menjalankan perintah Tuhan.  Walaupun  mengenai kualitas penguasaan ilmu pengetahuan, tentu  tetap diupayakan.
Nah, bagi orang tua tentu akan bisa mempertimbangkan lembaga pendidikan mana yang ingin dipilih, sesuai dengan keinginannya  untuk mengantarkan anak anaknya menjadi orang yang berguna.  Memang pendidikan karakter pada saat ini sangat diprioritaskan, mengingat kondisi bangsa saat ini yang sudah sedemikian rupa  keluar dari kebiasaan dan watak orang Indonesia. Sifat beringas , mudah tersingung dan sangat mudah untuk melakukan kekerasan, adalah salah satu yang menandai masyarakat kita saat ini.
Orang tua tentu akan berpikir seribu kali sebelum menentukan di pendidikan mana anak anak mereka akan dititipkan. Mereka akan merasa negeri ketika menyaksikan anak anakn sekolah  pada tawuran di jalanan dan mengganggu engguna jalan, bahkan  terkafang malahan merusak berbagai fasilitas umum atau merugikan para pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bagaimana mungkin anak anak sekolah masih dengan seragam lengkapnya bisa melakukan hal seperti itu.  Pertanyataannya, apakah di sekolah sama sekali tidak diajarkan bagaimana  menghargai orang lain dan akhlak secara umum?
Mungkin jawabannya  ada, akan tetapi karena pergaulan yang sedemikian bebasnya, terutama di luar sekolah, maka pengaruh buruk tersebut akan  terbawa  pada saat mereka  sudah keluar dari pint gerbang sekolah.  Cuma kalau memang pendidikan krakter tersebut berjalan dengan baik, dan para peserta didik telah terbiasa dengan perbuatan baik, ucapan baik, perilaku baik, dan lainnya, maka ketika mereka menyaksikan keburukan di luar lngkungannya, tentu  tidak serta merta mereka akan bisa berbuat senekat itu dan merugikan banyak pihak.
Kita sangat yakin bahwa masyarakat akan bisa menilai sendiri mana lembaga pendidikan yang baik dan menjanjikan bisa mendidik anakn anak dengan baik pula sehingga mereka  akan benar benar menjadi manusia yang diinginkan, dan mana lembaga pendidikan yang hanya mengobral janji , tet[I peda kenyataannya penuh dengan tipuan belaka.  Kita hanya bisa menghimbau agar lembaga lebaga pendidikan yang masih berbuat tidak jujur dengan memberikan informasi yang tidak benr,  agar segera   insyaf dan menyadarinya, dan masih  ada waktu untuk memperbaikinya. Harapannya tentu masyarakat akan bisa mempercayai dan kemudian memberika kepercayaan kepada lembaga pendidikan tersebut.
Memang saat ini kita sedikit delemi, karena ternyata pendidikan yang baik tersebut  biayanya cukup mahal.  Memang tidak salah, karena dalam ungkapan jawa sering dikatakan bahwa "ono rego ono rupo", yang maksudnya  kondisi  apapun termasuk pendidkan tentu akan sangat dipenaruhi oleh harga atau ongkos. Sangat rasional memang, karena bagaimana mungkin akan bisa membuat peningkatan kualitas pendidkan, kalau gurunya  hanya samblan, karena tidak bisa menggaji guru dengan baik.  Bagimana anak anak bisa pandai kalau sarana  pendukung, seperti laboratorium saja  tidak ada  atau ada tetapi peralatannya sangat terbatas, dan begitu seterusnya.
Karena itu masyarakat barangkali berpikir pragmatis, yang terpenting anaknya bisa bersekolah meskipun di lembaga pendidikan yang kurang bonafide.  Celakanya lembaga pendidikan yang kurang bonafide tersebut  tidak ada upaya memperbaiki dan tidak ada keinginan untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya.  Jadilah lembaga pendidikan yang asal asalan dan tidak bisa menjanjikan terbentuknya manusia yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia.
Kita seungguhnya sangat mengharapkan adanya perhatian pemerintah dalam  mensupport berbagai kebutuhan lembaga pendidikan yang ada, sehinga mereka akan bisa  memberikan layanan yang standar.   Tentu harus ada ketegasan, semisal kalau tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka lembaga pendidian tersebut harus dilikuidasi ataupun dimerger dengan lembaga sejenis leinnya.  Barangkali hanya dengan cara seperi itu kesenjangan pendidikan di negeri kita  ini akan bisa teratasi.
Selama kondisi pendidikan  di negera kita masih terus dibiarkan seperti saat ini, kita sangat pesimistis bahwa  mereka yang kurang mampu dalam hal  finansial, akan bisa mendidik anak anaknya menjadi baik dan cerdas.  Bea siswa yang saat ini ditawarkan, hanya  terbatas bagi mereka yang berprestasi saja, padahal untuk berprestasi, seseorang harus mendapatkan kesempatan yang lebih luas.  Karena itu terkadang kita juga berpikir ulang bagaimana kalau beasiswa tersebut tidak hanya diberikan kepada mereka yang berprestasi dan miskin, tetapi juga untuk mereka yang miskin dan ingin  berprestasi.
Pada akhirnya kita hanya bisa berharap bahwa masyarakat nantinya bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak anaknya, yakni dengan memilihkan pendidikan untuk mereka.  Dan kalaupun tidak bisa memilih yang terbaik, disebabkan  tidak ada kemampuan finansial, maka  setidaknya juga bisa memilihkan  yang terbaik diantara yang jelek.  Semoga Tuhan akan senantiasa membantu mereka yang berusaha  untuk menjadi lebih baik dan berkeinginan untuk menjadikan anak anak mereka  sebagai manusia baik.

0 komentar:

Posting Komentar